Setiap manusia entah laki-laki atau perempuan saat hadir ke dunia ini dalam keadaan normal akan menangis dengan keras sekali,mungkinkah itu menandakan bahwa kehidupan yang akan dilaluinya penuh dengan penderitaan, kesusahan atau ujian sehingga harus ada tangisan keras saat hadir ke dunia ini?
Bisakah seorang manusia memilih ingin dilahirkan oleh siapa, dimana, kapan, dan bagaimana? Suatu hari tiba-tiba saja manuasia merasakan bahwa dirinya hidup seperti apa. Seorang manusia bisa saja lahir di lingkungan keluarga yang baik, sejahtera, atau kaya raya, beradab baik atau berpendidikan tinggi, di negara yang damai makmur aman tentram sentosa, namun bisa juga seorang manusia lahir dalam situasi yang sulit, miskin, konflik dan lain sebagainya.
Tetapi ada hal yang sama pada saat manusia dilahirkan yaitu bahwa manusia lahir kedunia dalam keadaan lemah, panca indra yang tidak lengkap,tidak mampu berbuat banyak serta tidak mengetahui apapun, Dengan kondisi seperti itu manusia membutuhkan bantuan untuk hidup. Pada umumnya kedua orang tuanyalah yang membantu dirinya untuk hidup, mengusahakan segala kebutuhannya, mendidik dan membimbingnya sampai dirinya bisa mandiri. Betapa besar jasa kedua orang tuanya yang dilandasi dengan dasar cinta kasih yang besar,orang tua tidak memperdulikan obrolan atau cemoohan disekitarnya,itu semua dilakukan hanya untuk satu tujuan,yaitu menyiapkan buah hatinya yg tidak seperti manusia kebanyakan, menjadi sosok yang mandiri dan berjiwa besar dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan,serta tahun berganti tahun, manusia tumbuh dalam asuhan keluarga dengan cinta kasih yang tulus, seorang manusia mulai merasakan kehidupan, belajar dari lingkungan sekitarnya dan berkembang sesuai arus atau lingkungan yang membawanya. Banyak sekali manusia merasakan kesenangan pada masa kecilnya, bermain, bercanda, bersuka-ria, tidak memikirkan terlalu banyak hal yang rumit serta kompleks. Ada kalanya manusia ingin cepat dewasa karena beberapa hal, namun saat tumbuh dewasa terkadang ia ingin kembali ke masa kecilnya.
Memasuki masa remajanya manusia merasakan dan mengenal lebih banyak hal. Manusia mungkin mulai lebih memperhatikan dirinya dan orang sekitarnya, merasakan kehidupan sosial, mulai muncul rasa ketertarikan terhadap lawan jenisnya, lebih kuat dalam pertemanan, persahabatan, dan kelompok, atau hal-hal lain. Pada masa ini mungkin seseorang dapat mudah terbawa arus sosial dari pergaulan lingkungan kehidupan disekitarnya, misalnya saja: Dengan penuh semangat manusia bisa melakukan bermacam hal, namun terkadang manusia tidak menyadari kurangnya pengetahuan dan pengalamannya sehingga sering terburu-buru dan tidak berpikir panjang. Hanya bimbingan dan pendidikan yang baiklah yang tentunya dapat mengatasi ini semua.
Saat manusia memasuki masa dimana manusia dituntut untuk hidup mandiri, mungkin kehidupanya menjadi lebih rumit dan berat. Manusia bisa memikirkan kehidupannya, bagaimana manusia mencukupi kebutuhannya, serta kebutuhan untuk hidup berkeluarga. Bisa saja saat mempunyai anak menjadikan manusia memikirkan kehidupan dan masa depan anaknya kelak,dan itulah yang memotifasi dirinya untuk berusaha memenuhi kebutuhan kebutuhan tersebut tanpa memikirkan dirinya sendiri.
Kita dapat melihat kehidupan seorang manusia setelah tua, ada yang hidup berdampingan dengan keluarganya ada pula yang hidup sendiri tanpa sanak famili disekitarnya. Seorang manusia yang telah tua mungkin beristirahat dari segala pekerjaanya dan menggunakan hasil pekerjaanya dahulu untuk memenuhi kehidupannya. Ada juga yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Atau ada juga yang kebutuhannya ditanggung oleh anak atau keluarganya. Ada juga yang tinggal di panti jompo bersama teman-teman seusianya lalu sesekali keluarga menjenguknya. Lalu suatu hari, mau tidak mau kematian akan datang menjemputnya.
Kita dapat melihat kehidupan seorang manusia setelah tua, ada yang hidup berdampingan dengan keluarganya ada pula yang hidup sendiri tanpa sanak famili disekitarnya. Seorang manusia yang telah tua mungkin beristirahat dari segala pekerjaanya dan menggunakan hasil pekerjaanya dahulu untuk memenuhi kehidupannya. Ada juga yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Atau ada juga yang kebutuhannya ditanggung oleh anak atau keluarganya. Ada juga yang tinggal di panti jompo bersama teman-teman seusianya lalu sesekali keluarga menjenguknya. Lalu suatu hari, mau tidak mau kematian akan datang menjemputnya.
Mungkin ini gambaran kehidupan sederhana seorang manusia dari manusia hadir pertama kalinya ke dunia sampai masa tuanya, walau ada juga anak-anak atau pemuda yang mati, mereka tidak hidup sampai lanjut usia. Tentu kehidupannya bisa lebih rumit, baik masalah-masalah pribadi, keluarga atau sosial bisa hadir setiap saat dalam kehidupan manusia.
Di samping itu, tiap manusia mempunyai urusannya masing-masing sesuai dengan bidang kehidupan tertentu dan itu pun bisa berubah-ubah dari awal sampai akhir hidupnya. Misalnya urusan sesuai bidang pekerjaan atau bisnisnya masing-masing, urusan bidang agama, keyakinan, atau kelompok-kelompoknya, urusan bidang sosial, kemanusiaan, kenegaraan atau kebangsaan, politik, urusan bidang ilmu pengetahuan, lingkungan hidup, urusan bidang seni budaya dan olah-raga, atau sekedar urusan hobi / kesukaan masing-masing, dll.
Apa rasa kehidupan? Semua orang pasti pernah merasakan suka, duka, senang, sedih, gembira, susah, bahagia, menderita, tawa, tangis, ceria, nestapa, haru, bosan, malas, cinta, semangat, rindu, sepi, takut, khawatir, marah, patah hati, kecewa, malu, putus asa, pesimis, optimis, penuh harap. Ataukah ada yang hidupnya selalu sedih, atau selalu senang? Apakah setiap manusia ingin hidup bahagia? Lalu bagaimanakah hidup yang bahagia itu? Apakah nikmat yang tertinggi di dunia ini?
Apa tujuan kehidupan manusia di dunia ini? Apakah harta yang banyak sehingga dapat melakukan berbagai hal yang diinginkan? Atau kekuasaan yang tinggi, kekuatan dan keberanian? Mengabdi kepada bangsa dan negara? Atau hidup damai sejahtera terpenuhi segala kebutuhannya sampai tua? Atau popularitas, terkenal dan disanjung-sanjung oleh manusia sekitarnya karena kebaikannya yang sangat banyak semasa hidupnya? Mempunyai keluarga dan teman-teman yang baik terhadap dirinya? Atau mempunyai pengikut yang banyak, kuat dan setia? Atau hidup normal, baik dan bermanfaat bagi yang lain?
Mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya? Atau mendapatkan kebenaran dan ilmu pengetahuan yang kuat? Melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kehidupan berikutnya menjadi lebih baik? Atau untuk beribadah / mengabdi kepada Tuhan semesta alam? Atau tujuan yang lain? Manakah yang benar dan menghasilkan kebahagiaan bagi yang memilikinya? Setiap tujuan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, jalan untuk mencapainya, di warnai dengan halangan, rintangan, hambatan, serta cobaan yang harus di hadapinya dengan gigih dan sabar .
Setiap manusia menginginkan kebaikan dalam kehidupannya, minimal untuk dirinya sendiri serta keluarganya. Manusia pasti ingin memiliki sifat baik. seorang manusia senang jika disebut sebagai orang baik atau memiliki sifat-sifat yang baik, akan tetapi manusia tidak senang jika disebut sebagai orang jahat atau memiliki sifat-sifat yang buruk?
Mungkin berikut adalah beberapa sifat baik yang manusia usahakan atau ingin memilikinya:
Baik hati, rendah hati, lemah lembut, santun, sopan, tenang, bijaksana, lembut tutur katanya, tidak pamer, rajin, tekun, ulet, semangat, percaya diri, pintar, pandai, cerdik, mahir, kuat, tegas, berani, optimis, lapang dada, sabar, waspada, mawas diri, tegar, teguh, tabah, pemaaf, penyayang, suka menolong, dermawan, pengertian, perhatian, peduli, jujur, adil, setia, terpercaya, giat bekerja, pekerja keras, jeli, teliti, taat, tertib, disiplin, mau belajar dan memperbaiki diri, dan lain sebagainya. Mungkin dengan sifat-sifat itu kita akan mendapatkan kebahagiaan, serta tujuan hidup yang benar, dan kebaikan dalam kehidupan.
Bagaimanapun kehidupan adalah anugerah yang sedang manusia jalani, manusia telah merasakan banyak hal dalam kehidupannya dan itu dapat menjadi pelajaran berharga, namun mungkin juga masih banyak hal penting dalam kehidupan yang perlu dipelajari manusia jika manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Dari tulisan diatas bisa sedikit kita simpulkan bahwa setiap manusia ingin memiliki kehidupan yang lebih baik,kehidupan yang bisa bermanfaat bagi sekitar kita,kehidupan yang akan membawa kita ketempat yang lebih baik setelah kita menghadap sang khaliq.Sepertinya itu semua hanya akan bisa terwujud apabila kita bisa menjalani hidup ini dengan mengesampingkan ego dan ambisi badaniah kita,sebab ego dan ambisi manusialah yang menyebabkan dirinya menjadi tidak baik untuk sekitar dan dirinya sendiri,kadang ego dan ambisi jugalah yang membawa manusia dalam keterpurukan yang menjadikan segala tujuan kebaikan kehidupan manusia sirna.
Nah sekarang bagaimana dengan anda??????
Hanya anda sendirilah yang bisa membentuk dan mewujudkan tujuan hidup anda yang sekarang dan masa yang akan datang.
Coretan ini jauh dari kata sempurna maka dari itu kritik dan saran dari para pembacalah yang bisa menjadikan coretan ini lebih baik dan bisa membawa kita kedalam tujuan hidup yang lebih baik untuk sekarang dan masa yang aka datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar